“Lom tau yeee…??? Penemuan Alam Semesta”

Banyak cara untuk menyingkap kegaiban bintang dan alam semesta. Cara paling lazim atau biasa digunakan sejak dahulu untuk mengamati benda langit yang terletak amat jauh ialah dengan memakai teleskop optic.

Pada tahun 1610 Galileo adalah orang pertama yang menggunakan teleskop. Dengan alat ini, ia menemukan banyak hal yang penting. Umpamanya, ia telah menemukan bahwa permukaan bulan berkawah besar dan kecil; Yupiter mempunyai satelinya sendiri; dan venus mengalami purnama dan menyusut seperti bulan.
Teleskop adalah suatu alat yang membuat benda jauh nampak lebih dekat dan lebih besar bagi orang yang memandangnya. Bila cahayanya melewati lensa cembung, atau dibiaskan (disimpangkan dari arah lurus) oleh cermin cekung di dalam teleskop, maka bagi mata pemandang benda ini diperbesar. Lensa atau cermin yang menhadap ke benda langit kita namakan lensa obyek atau cermin obyek, dan yang terletak langsung didepan mata kita namakan lensa mata. Bila teleskop itu berlensa obyek, teleskop itu akan meneruskan sinar cahaya yang dipancarkan dari benda langit ke titik api dengan membiaskannya. Oleh karena itu, teleskop yang mempunyai lensa obyek dinamakan teleskop pembias.

ImageHost.org

Teleskop yang dipakai Galileo pertama kali adalah tipe pembias. Tapi, karena cermin pada teleskop cermin lebih murah pembuatannya daripada lensa teleskop pembias yang besar, maka sekarang kebanyakan teleskop besar adalah tipe cermin. AS mempunya caliber 508 cm di Gn. Palomar; inilah teleskop cermin terbesar di dunia. Dengan teleskop itu kita dapat melihat benda di alam semesta yang jarakna beberapa ribu juta tahun dari bumi.

Pada tahun 1940-an, beberapa gejala gaib bari ditemukan dengan menggunakan teleskop. Umpamanya, ternyata bahwa ada benda langit yang memancarkan gelombang listrik kuat, dan pada waktu yang sam menghasilkan sedikit sekali cahaya. Benda demikian dinamakan bintang radio. Diketahui bahwa jumlahnya sampai dua ribu. Untuk mengamati bintang radio digunakan teleskop radio.

Teleskop radio adalah alat yang menggunakan antenna parabola besar untuk mengumpulkan gelombang listrik dari bintang radio, kemudian menggunakan pesawat penerima untuk memperkuat dan mencatatnya. Meskipun beberapa antenna tidak berbentuk parabola, namun fungsi antenna umumnya sama dengan cermin obyek pada teleskop optic, sedangkan pesawat penerima berfungsi sebagai lensa matanya.

Inggris memiliki teleskop radio besar di Universitas Manchester, yang garis tengahnya 76 cm. keliling parabolanya 240 m dan tingginya 57 m. Teleskop tersebut disangga oleh dua tiang, dan dapat menjajagi alam semesta. Cara baru ini menyebabkan ditemukannya banyak benda langit gaib yang menghasilkan sinar X. Sinar X adalah gelombang electromagnet yang panjang gelombangnya jauh lebih pendek daripada gelombang cahaya. Daya tembusnya pun besar.

Pada tahun 1962, para ilmuan pada Institut Teknologi Massachusetts, AS pertama kali menggunakan penghitung sinar X dalam roket, guna mengamati sinar X dalam alam semesta. Pada tahun 1966, sekelompok ilmuwan Jepang dan Amerika menggunakan cara baru ini dan pertama kali menemukan sinar X pada rasi Scorpius. Kemuadian, ditemukan pula bahwa Kabut Cance dan benda langit lain pun memancarkan sinar X.

1 Komentar (+add yours?)

  1. ari
    Feb 14, 2009 @ 06:30:21

    saya ingin tahu sinar x itu seperti apa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: