“Memaknai Kembali Arti Jilbab”

ImageHost.orgBeberapa tahun belakangan ini, kita boleh berucap syukur dengan trend jilbab yang marak. Kita bisa menengok ke segenap penjuru, jilbab ada di mana-mana. Di sekolah-sekolah, kantor-kantor, terminal, halte bus, rumah sakit, bahkan merabah tukang sapu pinggir jalan, mbok jamu dan tukang pedagang sayuran. tidak hanya itu, kalangan artis yang identik dengan ‘dugem’-nya(dunia gemerlap) tak luput dari jilbab. Seperti kata pepatah ada gula ada semut. Melihat peluang pasar yang terbuka semacam ini, tak ketinggalan, para desainer kenamaan pun mulai melirik jilbab dan memasukkanya ke dalam ‘daftar-desain’. Mulailah mereka memproduksi busana-busana muslimah, dengan bahan dan harga yang beragam
Kalau kita melihat kembali tujuan diwajibkannya memekai jilbab, tak lain untuk meninggikan derajat kaum wanita. Sehingga muslimah dapat terhindar dari hal-hal yang merusak dan menghinakan.Allah SWT memerintahkan pemakaian jilbab dimulai dengan kalimat”Wanita Yang Beriman” yang menunjukkan bahwa kedudukan mereka yang mengenakan jilbab begitu tinggi, sehingga disebut sebagai wanita yang beriman. Bahkan di mata manusia pun, mereka para wanita yang mengenakan jilbab dan menutup aurat sangat disegani.Kedudukan yang tinggi tersebut, semestinya membuat para wanita bersyukur dan menjadika jlbab sebagai pakaian kebesaran, tanpa ada keraguan sedikit pun. Juga kekhawatiran tak terlihat anggun dan cantik.Jilbab yang diperintahkan dalam Al-Quran adalah jilbab yang menutupi seluruh aurat wanita. Sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuan, dan istri orang-orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(QS.al-Ahzab: 59).


Selain itu sikap dalam pergaulan juga harus terhijab. Sehingga wanita benar-benar terlindung dengan jilbabnya. Trend yang menggembirakan akhir-akhir ini hendaknya klop dengan tujuan jilbab sesungguhnya. Karena kita melihat saat ini, tak sedikit kaum wanita yang mengenakan jilbab hanya sebagai variasi dan pelengkap model pakaian agar terlihat ‘pas’, tanpa menghiraukan esensi sebenarnya.Di jalan-jalan, bis kota dan mal-mal atau dimanapun, bila kita melihat mereka yang mengenakan “jilbab gaul”, tak sedikit yang dipadukan dengan baju ketat, celana jeans atau celana ketat yang lain sehingga yang tertutup hanya rambut dan kepalanya thok, Sehingga jilbab yang dikenakan, tak lebih dari sekedar penutup kepala, Secara fisik, kita bisa melihat dengan jelas lekuk-lekuk tubuhnya, Masya Allah! Tidak Cuma itu yang menghawatirkan, pola pergaulan pun kadang terasa masih jauh dari makna berjilbab, yakni pergaulan yang terhijab dalam rangka melindungi kehormatan dan menjaga kesucian derajat kaum wanita. Plak-Plek, jalan berdua, mojok dengan lawan jenis yang buakan mahram, dan bahkan tak sedikit yang mengukuhkan hubungan tidak semestinya itu dalam sebuah terminologi: pacaran.
Jilbab Gaul” yang berkemabang di masyarakat, nampaknya telah menutupi nilai-nilai moril dari perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an. Sehingga tujuan utama menutup aurat dan melindungi kaum wanita, serta meninggikan derajatnya, malah menjadi tikaman buat kaum wanita. Karena tak sedikit masyarakat yang justru malah merendahkan mereka. Terlebih lagi bagi mereka yang tak dapat menjaga sikap dan perilaku sebagai seorang muslim dan sebagai seorang wanita.
Sangat disayangkan, apabila wanita muslimah yang mengenakan jilbab, tapi masih mempertontonkan bentuk tubuh, bukankah hal tersebut jauh dari nilai manfaat dan hanya membawa pada kehinaan dan kerusakan. Wanita sebagai tiang agam, merupakan wanita yang mampu menjaga dirinya dan keluarganya dari jurang kenistaan dan api neraka, sebagaimana perumpamaan yang diberikan kepada mereka para wanita sholehah, yaitu perhiasan dunia nan indah dan tak ternilai harganya.Yang pertama mesti kita lihat adalah niat mengenakan jilbab itu sendiri. Apa sih yang mendasari kita berjilbab??? Itu harus juga berakar dari pemahaman yang bersumber dari ilmu syari’at. Dengan memakai jilbab, kita sedang beribadah kepada Allah yang Maha Tinggi, dan tentu saja ibadah ‘kan ada patokan-patokannya,tidak “semau gue”. Kalau kita berdalih bahwa ini adalah sebuah proses, maka dalam sebuah proses, sudah selayaknya bergerak maju, manuju kearah yang lebih baik. Caranya, dengan belajar dan memahami syari’at, lengkap dengan kebersihan hati dan ketundukan kita selaku seorang hamba. Sungguh indah jika bisa manjadi muslimah yang disukai sesama dan dicintai Allah SWT.

4 Komentar (+add yours?)

  1. Lilik
    Sep 27, 2008 @ 04:48:51

    menurutku yang paling penting bagi seorang muslimah adalah menutup aurat, jdi kalau misalnya pakaiannya sesuai mode ya nggak papa …. Tapi meskipun demikian pakaian tersebut jangan ketat, sebab kalau ketat meskipun tertutup, tetap saja bisa menimbulkan pikiran macam-macam bagi orang yang melihat. Selain itu juga tingkah polah kita harus yang mencerminkan muslimah yang baik

  2. Sekar Rahmadyanti.B / 7a
    Feb 14, 2009 @ 06:58:05

    Mbak jka berjilbab cuma di bwat mode ja dan sikap org tsb berbeda banget dgn kriteria org berjilbab

  3. farkhanmubarok
    Mar 20, 2009 @ 10:19:21

    aku cowok,…hehe…buat hijab, oke!
    jilbaab??? dalam bahasa arab kan menutupi sesuatu dengan sesuatu yang lain….itu secara harfiah, tapi secara maknawi, menutup itu harus benar benar tertutup, baik tampaknya,bentuknya,atopun kesan yang ada di dalamnya…so..
    buat akhwat yang belum berjilbab. … jilbaban doonk!buat yang masih “jilbab gaul”, , jadilah lebih baik sedikit demi sedikit, buat yang udah kaffah…istiqomah yaaaa….
    visit me : http://farkhanmubarok.wordpress.com

  4. Ida
    Agu 20, 2011 @ 14:39:57

    gue ska neeee………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: