“Makna di balik Idul Fitri”

Idul Fitri adalah hari kemenangan. Orang-orang beriman yang berhasil melewati Ramadhan dengan baik seperti dilahirkan kembali, layaknya bayi suci yang belum ternoda. Sayangnya, banyak orang islam masih menganggap Idul Fitri merupakan hari kebebasan.Bebas dari lapar dan haus, bebas dari menahan nafsu, bebas tarawih, bebas merdeka dari segala kewajiban Ramadhan.
Ironisnya, di tengah situasi yang kian tidak menentu, terutama di belahan lain Indonesia, banyak pihak yang masih merasa ‘wajib’ berbaju baru, memberi salam tempel, ataupun menyediakan hidangan wah yang terkadang nyaris dipaksakan keberadaannya. Seharusnya mereka malu, karena banyak saudara-saudara kita yang justru tidak tahu apakah Idul Fitri kali ini akan mereka lalui dengan takbir, tahmid, atau justru berhadapan dengan moncong senjata, bom, dan kematian. Pernahkah hal itu terlintas di benak kita-kita yang selama ini mengaku saudara?
ImageHost.org


Idul Fitri berasal dari kata Ied’kembali’ dan Fitri ‘kesucian’, yang artinya kembali pada sesucian. Pada hari itu Allah menghapuskan segala dosa hamba-hamba-Nya yang telah ikhlas melaksanakan ibadah Ramadhan. Dosa yang langsung diampuni adalah dosa yang dilakukan kepada Allah. Sedangkan dosa seorang manusia terhadap manusia lain, akan diampuni ketika orang yang dizalimi telah memaafkan. Dan momen terbaik untuk saling memaafkan ialah Idul Fitri. Itulah hikmah penting dari hari Fitri tersebut. Jadi, jangan malu dan ragu buat minta maaf!!Sayangnya, ada hal penting yang sering dilupakan oleh sebagian kita. Banyak perilaku Ramadhan yang justru ditinggalkan begitu saja selepas bulan suci tersebut. Sangat baik jika kita berusaha agar nilai-nilai dan kebiasaan Ramadhan terus ditanamkan dalam hari-hari selanjutnya, sehingga kehidupan ini akan lebih bermakna dan perilaku kita akan terbina dengan baik. Sangatlah indah jika kita terus berikhtiar untuk menjadi insan yang berhati dan berperilaku Ramadhan setiap harinya.
Hendaklah kita mengingat bahwa kembali kepada fitrah bukan berarti tidak melakukan kesalahan lagi, tapi bagaimana upaya kita memperkecil kesalahan tersebut.

3 Komentar (+add yours?)

  1. Chicha
    Sep 29, 2008 @ 03:19:51

    Selamat Hari raya Idul Fitri 1429 H, Minal Aidzin WalFaizin mohon maaf lahir dan batin.
    Semoga dihari yang fitri ini segala dosa kita diampuni Allah SWT, dan amal ibadah kita semakin meningkat setelah digembleng di bulan Ramadhan.

  2. Pak Irul
    Sep 29, 2008 @ 03:27:04

    ” Laisal Ied liman labisal jadid, walakinnal ied liman ‘thoatuhu tazied” (Orang yang berhari raya bukanlah yang baru bajunya, tetapi yang berhariraya adalah yang tambah taatnya kepada Allah).
    Makanya idul fitri nggak semuanya harus baru, yang penting harus ada perbuahan antara sebelum melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan dan sebelum melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan.
    Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H
    Minal Aizin Wal Faizin
    Mohon Maafa lahir dan batin
    Taqabbalallahu minna waminkum

  3. muhamad abduh
    Mei 24, 2009 @ 17:15:13

    selamat idul fitri aja ya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: